Bank Garansi
Bank Garansi
  • Obligee dalam penutupan Kontra Bank Garansi SP2D ini adalah Satuan Kerja (Satker) atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan principal adalah Kontraktor. Bank Garansi diterbitkan oleh Bank persepsi yang ditunjuk KPPN.
  • Pertimbangan underwriting atas exposure risiko Kontra Bank Garansi SP2D ini, utamanya pada progress proyek terakhir dengan mengacu pada periode kontrak. Nilai jaminan Kontra SP2D ini dapat mencapai 30% dari nilai kontrak.

1.KONTRA BANK GARANSI SURAT PERINTAH PENCAIRAN DANA (SP2D)

  • Merupakan jaminan dari surety/perusahaan asuransi terhadap jaminan SP2D yang diterbitkan oleh bank atas pembayaran sisa pekerjaan pada akhir tahun anggaran tahun berjalan. Dimana fungsi jaminan SP2D untuk memastikan bahwa sisa pekerjaan yang telah dibayar lunas pada akhir tahun anggaran oleh KPPN selaku Kuasa Bendahara Umum Negara dapat dipastikan selesai pada waktunya (sesuai kontrak). Jaminan SP2D berlaku untuk proyek-proyek pemerintah yang dibiayai oleh APBN.
  • SP2D atau Surat Perintah Pencairan Dana merupakan fasilitas pembayaran yang diberikan kepada kontraktor atas proyek pemerintah yang sampai dengan akhir tahun anggaran pekerjaanya belum selesai. Fasilitas SP2D ini memberikan kemudahan bagi KPPN untuk melakukan sisa pembayaran terkait progres pekerjaan proyek kepada kontraktor untuk menghindari kesulitan pembayaran karena bergantinya tahun anggaran.
  •  
Bank Garansi

Dengan demikian dapat dikatakan bank sebagai lembaga perantara telah mengikatkan diri dalam perjanjian untuk melakukan kewajiban-kewajibannya berkaitan dengan transaksi perdagangan pihak ketiga.

Bank penerbit wajib membayar, mengaksep serta dapat memberikan kuasa kepada bank lain untuk mengaksep maupun untuk melakukan negosiasi wesel.

2. SKBDN

SKBDN adalah Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri atau lazim dikenal sebagai “Letter of Credit” (L/C) dalam dalam negeri adalah setiap janji tertulis berdasarkan permintaan tertulis pemohon (applicant) yang mengikat bank pembuka (issuing bank) untuk :

  1. Melakukan pembayaran kepada penerima atau ordernya, atau mengaksep dan membayar wesel yang ditarik oleh penerima.
  2. Memberi kuasa kepada bank lain untuk melakukan pembayaran kepada penerima atau ordernya, atau mengaksep dan membayar wesel yang ditarik oleh penerima, atau
  3. Memberik kuasa kepada bank lain untuk menegosiasi wesel yang ditarik oleh penerima atas penyerahan dokumen, sepanjang persyaratan dan kondisi Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri dipenuhi.

 

3. SBLC/LC

Letter of Credit (SBLC) adalah jaminan pembayaran yang dikeluarkan oleh bank atau lembaga keuangan melalui pesan SWIFT MT760, dan digunakan sebagai pembayaran untuk klien jika pemohon gagal bayar.

SBLC dapat digunakan dalam berbagai transaksi keuangan dan komersial. Mereka sangat mirip dengan Documentary Letter of Credits (DLC) namun berbeda dengan Standby Letter of Credit (SBLC) yang hanya dapat digunakan jika pemohon gagal bayar.

Dalam hal ini, penerima manfaat SBLC dapat melakukan undian dan permintaan pembayaran. Surat Kredit Standby mensyaratkan penyajian dokumen spesifik yang disepakati dalam syarat dan kondisi SBLC. Tanpa dokumen spesifik, pembayaran tidak bisa dilakukan.

SBLC melindungi penjual / eksportir dengan membayarnya, dan melindungi pembeli / eksportir jika penjual tidak pernah mengirim barang yang dipesan, mengirimnya rusak, atau mengirimkan barang-barang yang tidak disepakati dalam kontrak. SBLC adalah instrumen keuangan yang sangat fleksibel yang menjadikannya pilihan terbaik untuk berbagai transaksi keuangan.

Bank Garansi